Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Mencintai, mengenal, mencari tahu serta melestarikan budaya adalah tugas kita sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai masyarakat yang baik tentunya kita harus mengetahui serta melestarikan budaya kita khususnya di daerah kita sendiri. Salah satu cara melestarikannya adalah dapat berupa mempelajari sebuah Naskah Kuno. Saya dan teman-teman saya berencana mencari sebuah Naskah Kuno yang berada di sekitar daerah kami yaitu Lombok (Sasak). Kami mencari beberapa informasi mengenai keberadaan Naskah Kuno dengan berbagai cara. Pertama-tama saya menanyakan mengenai Naskah Kuno tersebut kepada keluarga terdekat saya. Setelah menanyakan mengenai hal tersebut, ternyata di keluarga saya tidak terdapat Naskah Kuno. Selain itu saya juga membuat status di salah satu media sosial yaitu WhatsApp. Saya juga mengirim pesan singkat kepada beberapa teman lama saya dan juga menelepon mereka. Banyaknya pilihan tetapi membingungkan karena saya dan teman-teman saya tidak mengetahui letaknya tepat dimana.
Mencintai, mengenal, mencari tahu serta melestarikan budaya adalah tugas kita sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai masyarakat yang baik tentunya kita harus mengetahui serta melestarikan budaya kita khususnya di daerah kita sendiri. Salah satu cara melestarikannya adalah dapat berupa mempelajari sebuah Naskah Kuno. Saya dan teman-teman saya berencana mencari sebuah Naskah Kuno yang berada di sekitar daerah kami yaitu Lombok (Sasak). Kami mencari beberapa informasi mengenai keberadaan Naskah Kuno dengan berbagai cara. Pertama-tama saya menanyakan mengenai Naskah Kuno tersebut kepada keluarga terdekat saya. Setelah menanyakan mengenai hal tersebut, ternyata di keluarga saya tidak terdapat Naskah Kuno. Selain itu saya juga membuat status di salah satu media sosial yaitu WhatsApp. Saya juga mengirim pesan singkat kepada beberapa teman lama saya dan juga menelepon mereka. Banyaknya pilihan tetapi membingungkan karena saya dan teman-teman saya tidak mengetahui letaknya tepat dimana.
Pada akhirnya Orang Tua saya pun memberi saran untuk mendatangi seorang Penjaga Makam di Desa Liwung, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pada Makam tersebut terdapat Makam Raja yang berasal dari Desa Langko yakni Raden Mas Panji Tilar. Pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 saya bersama keluarga saya datang ke tempat tersebut. Sesampainya di sana saya menanyakan mengenai Naskah Kuno. Akan tetapi Pak Muhsin, penjaga makam itu tidak memiliki benda tersebut. Ada hal yang menarik walaupun saya tidak mendapatkan Naskah Kuno tersebut pada penjaga Makam tersebut. Saya berpikir bahwa cerita mengenai sejarah Makam tersebut bisa saja terdapat pada sebuah Naskah, hanya saja keberadaan Naskah tersebut tidak diketahui. Mengapa saya mengatakan hal seperti itu ? Penjaga Makam tersebut menceritakan mengenai sejarah makam tersebut yang dimana beliau mengatakan bahwa sejarah tersebut diceritakan dari mulut ke mulut. Ketika menceritakan hal tersebut Penjaga Makam tersebut menyebutkan bahwa sejarah itu terjadi sekitar abad ke 16. Beliau juga menceritakan bahwa Gerbang dari Kerajaan Langko tersebut menghadap ke arah Barat Utara yang berarti bahwa letak kita atau Pulau Lombok (Sasak) Tenggara atau Timur Ka’bah. Terdapat pula cerita bahwa proses pembukaan Gerbang Kerajaan Langko tersebut dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore dan penutupannya dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Maka mucul pertanyaan “Kapan waktu untuk warga masuk dan keluar ?” artinya itu bahwa 24 jam kita selalu diperintahkan untuk ingat kepada sang pencipta. Dan seperti apa yang pernah dikatakan oleh salah satu dosen saya bahwa Naskah Kuno Sasak biasanya berumur sekitar 16 sampai 17 abad dan berisikan mengenai Tauhid. Dan itulah sebab dari pernyataan saya tadi bahwa bisa saja cerita mengenai sejarah Makam tersebut terdapat pada sebuah Naskah.
Kami akhirnya menemukan sebuah Naskah Kuno tersebut di daerah sekitaran Lombok Tengah yang tepatnya di Desa Jago, Dusun Telagawaru Dan nama dari narasumber kami adalah Bapak Muhtar. Umur dari Bapak Muhtar kurang lebih 82 tahun.
Nashkah Kuno yang dimiliki oleh beliau diantaranya adalah Indar Jaye, Hikayat Nur (Nur Muhammad) dan Anak Kidung. Dari beberapa Naskah yang beliau keluarkan Indar Jaye adalah Naskah yang beliau jelaskan. Tetapi dalam hal ini beliau mengatakan bahwa membutuhkan waktu yang lama untuk menjelaskan isi dari Naskah Indar Jaye tersebut. Beliau mengatakan bahwa arti dari “indar” adalah jangan menghindar sedangkan “jaye” adalah kejayaan atau kekuatan. Di dalam Naskah Indar Jaye tersebut terdapat beberapa Tembang seperti Sinom, Pangkur, Dang-dang dan lain-lainnya. Naskah Indar Jaye tersebut biasanya dibacakan ketika orang sakit atau pada kegiatan mengaji, Nyiwak (sembilan hari meninggalnya seseorang) dan lain-lainnya.
Nashkah Kuno yang dimiliki oleh beliau diantaranya adalah Indar Jaye, Hikayat Nur (Nur Muhammad) dan Anak Kidung. Dari beberapa Naskah yang beliau keluarkan Indar Jaye adalah Naskah yang beliau jelaskan. Tetapi dalam hal ini beliau mengatakan bahwa membutuhkan waktu yang lama untuk menjelaskan isi dari Naskah Indar Jaye tersebut. Beliau mengatakan bahwa arti dari “indar” adalah jangan menghindar sedangkan “jaye” adalah kejayaan atau kekuatan. Di dalam Naskah Indar Jaye tersebut terdapat beberapa Tembang seperti Sinom, Pangkur, Dang-dang dan lain-lainnya. Naskah Indar Jaye tersebut biasanya dibacakan ketika orang sakit atau pada kegiatan mengaji, Nyiwak (sembilan hari meninggalnya seseorang) dan lain-lainnya.
Dokumentasi :
Indar Jaye
Anak Kidung
Hikayar Nur (Nur Muhammad)




